Minggu petang, 13 April 2014. Sebuah nasihat panjang kali lebar kali tinggi masuk ke inbox akun salah satu sosmed-ku. Yang jelas, pesan tersebut benar-benar menjadi sentilan luar biasa di hati. Aku seperti terbangun dari "ngelindur", yang bergerak, berucap, bertindak namun tak sadar, bahkan bisa jadi menjerumus ke jurang.Berkat nasihat super, dari orang super *ehm! Meski itu pun juga nemu di salah satu situs (republika.co.id), tapi demi apapun, pesan tersebut mampu merubah mindsetku tentang slogan-slogan bijak, yang akhir-akhir ini sering menguatkanku, tapi ternyata sekedar sabar bukan pilihan yang tepat.



