Selamat datang kawan kassai... Jangan lupa tetap utamakan kode etik berinternet ~_^ V -- Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejak lewat komentar ;) juga jadi member :D

Minggu, 09 November 2014

Kemelut Rayap

Koloni rayap perjaka berjinjit rapi,


tenang tanpa suara


Lalu bergumul di balik bilik kusam


Mencercacau dengan bahasa mereka


Bersiasat lumpuhkan bangunan usang


 


Koloni rayap perjaka menyebar perlahan


Menuju titik-titik yang siap di gerogoti


Tak sadar markas sendiri yang mereka kacaukan


 


Ada koloni lain yang tertawa dibalik dinding bertuliskan


“Bunglon Perawan”


 


Ciputat, 07 November 2014

Tuhan Dimana?



Jiwaku,
Menggeliat mencari Tuhan
Merangkak, menyesap dan terjatuh
Meratap, merintih dan tersedu
Meleja raga, mencerca atma
Meronta karena tikaman sang Kelam

Masih mencari,

Tuhan dimana?!

Lalu Tuhan menjawab:
Aku di kolong Hatimu

Ciputat, 05 November 2014
R.3.13

Selasa, 04 November 2014

Laki-laki Baik itu....



Laki-laki baik. Ini tema yang malam ini aku perbincangkan di kamar kos. Bukan apa-apa, hanya saja rekan sekamarku ini sangat membutuhkan pencerahan terkait criteria laki-laki baik. Inisialnya Maulida (inisial?). Pasca diputus oleh pacarnya, yang sebenernya baik sekali untuk seorang lelaki, tapi sayangnya temanku ini menyia-nyiakan begitu saja. Awalnya dia biasa saja ketika diputuskan, tapi setelah dicekoki nasihat tentang lelaki yang baik oleh orang-orang di sekitarnya, dia langsung shock, dan sepertinya dia sangat menyesal.

Sabtu, 01 November 2014

Purnamaku

Kosong Satu
Satu Satu
Satu empat
Purnama di peraduannya kini
Bukan purnamamu atau kalian
Tapi purnamaku dan semua yang menggenggam anak panah
Milikku, Bukan cahaya di malam ini,
Melainkan cahaya di ujung penghabisan

Jumat, 31 Oktober 2014

Ah, Aku Bukan Sang Filsuf



Sial!
Benang di kepalaku semakin kusut!
Tersangkut mantik ke kanan
Tersangkut zauk ke kiri
Anak fikirku terjerat di dalamnya
Tertarik ke kanan kemudian ke kiri
Lalu mencoba menerobos keluar
Menjadi serabut yang berlumur egoisentris

Selasa, 28 Oktober 2014

Tiga Selasa


Aku terdiam, sesekali memandang jalanan yang lengang. Marry You nya Bruno Mars mengalun mengisi keheningan diantara kita. Aku tau dia mencuri-curi pandang ke arahku lewat kaca spion, aku semakin gugup. Tapi entahlah, aku semakin penasaran dengan orang ini.
Wajahnya teduh, tutur katanya sopan, tingkah lakunya santun. Ah, aku terlalu memujinya. Pemuda yang tampan.
***

Minggu, 26 Oktober 2014

Mekar, Terabaikan, kemudian Layu



Tanpa kuncup yang tampak untuk beberapa musim, 
masih asri dipandang mata hijaunya ron
membentuk koloni yang kokoh sampai menutup batang yang besarnya tak seberapa.

Ah, itu deskripsi lama, 
sekarang Nampak kuncup di ujung salah satu ranting, semenjak ada manusia baik hati memberinya sugesti. 
Hmm,  sepertinya kelak akan indah.