Selamat datang kawan kassai... Jangan lupa tetap utamakan kode etik berinternet ~_^ V -- Pengunjung yang baik selalu meninggalkan jejak lewat komentar ;) juga jadi member :D

Rabu, 11 Juli 2012

Filosofi Bambu


Suatu hari dalam kondisi yang putus asa seseorang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya, bahkan berhenti dari hubungannya dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasnya. Maka dia pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. “Tuhan, berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti” katanya.

Tuhan memberi jawaban yang mengejutkannya. “Lihat ke sekelilingmu”, kataNya. “Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada di hutan ini?” “Ya”, jawabnya.
Lalu Tuhan berkata, “Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, dan pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah, namun tidak ada yang terjadi dari benih bambu, tapi Aku tidak berhenti merawatnya.”

Kamis, 09 Februari 2012

Reflections of Love

Pencinta Sejati

Adalah bijak dapat mencinta. Adalah sabar tuk jadi pencinta. Kesabaran bukanlah suatu batasan.
Sabar adalah mengenal diri.
Cinta adalah hal yang tak terlukiskan
Ketika kita sadar akan cinta, kita seperti ikan yang berenang di samudra luas.
Ketika cinta meninggalkan kita kita seperti ikan di gurun pasir
Kau pernah melihat bunga melati yang tumbuh di pinggir jalan?
Jika kau perhatikan bunga melati itu ada noda dan bercak hitam di mahkotanya.
Itu lah cinta...

Minggu, 05 Februari 2012

Membangun Akhlaqul Karimah Remaja

"Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh". (Al- A'raaf: 199). Ayat ini menurut Az-Zamaksyari dan Ibnu Asyur termasuk kategori "Ajma'u Ayatin fi Makarimil Akhlak", ayat yang paling komprehensif dan lengkap tentang bangunan akhlak yang mulia, karena bangunan sebuah akhlak yang terpuji tidak lepas dari tiga hal yang disebutkan oleh ayat diatas, yaitu; Pertama Mema'afkan atas tindakan dan prilaku yang tidak terpuji dari orang lain, senantiasa berusaha melakukan dan menyebarkan kebaikan, serta berpaling dari tindakan yang tidak patut. Imam Ar-Razi pula memahami ayat ini sebagai manhaj yang lurus dalam bermu'amalah dengan sesama manusia yang jelas menggambarkan sebuah nilai akhlak yang luhur sebagai cermin akan keluhuran ajaran Islam, terutama di tengah ketidak menentuan bangunan akhlak umat ini.